Senin, 28 November 2011

Headphone


 

Film ini menceritakan tentang kehidupan sesorang yang bernama Saga yang tidak pernah lepas dari headphone miliknya. Baginya dengan mendengarkan musik semua masalah yang terjadi bukanlah masalah baginya. Karena terlalu asyiknya mendengarkan musik, Saga sampai - sampai tidak mengetahui kejadian - kejadian di sekitarnya dan tidak peduli dengan kejadian - kejadian itu. Dalam segala aktifitasnya Saga tidak pernah melepas headphone miliknya itu dari mulai dalam perjalanan, makan, bahkan sampai buang air besar pun Saga tidak pernah melepas headphone miliknya.

Suatu ketika Saga ingin mengunjungi kekasihnya yang bernama Shilla. Dalam perjalanan, ada nenek tua yang di rampok oleh seorang laki - laki dan perampok itu berlari ke arah Saga. Sang nenek pun mencoba meminta bantuan dengan berteriak tapi Saga yang lagi asyik mendengarkan musik tidak dapat mendengar apa yang nenek itu katakan dan perampok pun lolos dengan begitu saja padahal Saga bisa saja membantu nenek itu. Nenek itu pun memarahi Saga tapi Saga lagi - lagi sedang asyik mendengarkan musik. Perjalanan pun dilanjutkan, sesampainya di rumah Shilla, Saga langsung mengetuk pintu dan keluarlah Shilla dengan penampilan yang tidak karuan karena Shilla adalah seorang pecandu narkoba yang ketika itu Shilla memang lagi kacau karena pengaruh narkoba. Shilla yang sudah tidak tahan menahan diri untuk memakai narkoba masuk ke kamar mandi. Di kamar mandi Shilla memakai narkoba dengan menyuntikan ke tangannya tapi Shilla overdosis. Shilla menjerit minta tolong dan memanggil - manggil nama Saga tapi Saga yang lagi - lagi sedang asyik mendengarkan musik tidak dapat mendengar suara Shilla. Shilla pun tewas akibat overdosis dari pemakaian narkoba. Setelah menunggu lama Saga mencoba memeriksa keadaan Shilla dan menemukan Shilla sudah tidak bernyawa di dalam kamar mandi.

Setelah kematian kekasihnya Saga pun akhirnya sadar akan kesalahannya bahwa hidup tidak hanya cukup dilihat tapi juga didengar dan hidup bukanlah sebuah drama pantomim semata, hidup adalah drama dengan semua dialog yang bermakna, makna tidak hanya terlahir dari mata tetapi juga telinga.

Minggu, 27 November 2011

Kekerasan Dalam Pacaran


Film ini di angkat dari kisah nyata korban kekerasan dalam pacaran. Korban itu bernama Melati mahasiswa semester 5. Selain kuliah Melati juga bekerja di training centre. Melati kerja bukanlah karena untuk mencari uang tapi karena merasa bosan, kesepian, dan gak betah di rumah lantaran orang tua serta kakaknya sibuk dengan pekerjaan mereka masing - masing. Melati mempunyai seorang pacar yang bernama Jaka, mereka sudah pacaran selama 2 thn. Melati mengenal Jaka dari Rena, sahabat Melati dan juga adik Jaka. Pada awalnya Melati merasa senang dan menganggap Jaka akan sangat mencitainya tapi setelah sekian lama berpacaran Melati pun akhirnya menyadari bahwa Jaka bukanlah seperti apa yang Melati nilai lantaran Jaka sering memarahinya ketika Melati tidak memenuhi keinginan Jaka bahkan Jaka sampai tega menampar Melati. Sifat Jaka seperti itu karena Jaka sering melihat orang tuanya bertengkar, ayahnya sering memaki - maki ibunya bahkan ayahnya sampai tega menampar ibunya.

Selain menyakiti hati dan fisik Melati, Jaka juga sering melakukan kekerasan ekonomi. Suatu ketika Jaka mennujukan sebuah handphone keluaran terbaru dengan harga yang tidak murah milik temannya yang bernama Adit. Handphone itu dijual ke Jaka dengan harga 5 juta, Jaka langsung meminta Melati untuk membeli handphone ini. Pada awalnya Melati menolak untuk membelikannya karena harganya yang tidak murah dan Jaka langsung marah. Karena Melati tidak ingin Jaka marah Melati bersedia membelikan handphone itu untuk Jaka. Pada saat makan di mall atau di kantin kampus selalu saja Melati yang bayar bahkan Jaka tidak pernah mengeluarkan uang sepeserpun padahal makanan yang di pesan harganya mahal semuanya. Melati tidak pernah menolak karena Melati takut kalau Melati menolak Jaka akan marah di depan umum.

Jaka juga selalu melarang Melati untuk berhubungan dengan orang lain apalagi cowok bahkan dengan sahabatnya sendiri yaitu Bimo. Suatu ketika Melati sudah tidak tahan dengan perilaku dan ingin mencurahkan isi hatinya kepada Bimo tapi sialnya Melati sudah ada janji pergi dengan Jaka. Jaka pun mengetahuinya dan Jaka langsung marah besar. Melati mencari segala cara agar Melati bisa mencurahkan isi hatinya kepada Bimo. Akhirnya keinginan Melati kesampaian, Melati berhasil bertemu dengan Bimo dan mencurahkan semua isi hatinya tentang semua perlakuan Jaka terhadap dirinya. Bimo pun merasa kesal setelah mendengar perlakuan Jaka terhadap dirinya. Bimo menyarankan untuk putus dengan Jaka dan menjauhinya dan Melati menurutinya dan akhirnya Melati bisa terlepas dari semua kelakuan kasar Jaka.

Sabtu, 26 November 2011

Membeli Waktu



Dalam video ini menceriatakan tentang bagaimana sulitnya seorang anak yang ingin bermain dengan ayahnya. Ayahnya selalu sibuk bekerja sehingga tidak mempunyai sedikitpun waktu luang untuk bermain dengan anaknya yang bernama Jani padahal Jani sangatlah ingin bermain dengan ayahnya. Jani hanya bisa bertenu dengan ayahnya hanya ketika sarapan saja dan itupun hanya sebentar dan ketika ayahnya pulang tapi Jani sudah tidur karena ayahnya selalu pulang larut malam. Suatu ketika Jani menceritakan semuanya dengan ibundanya, Jani menanyakan kenapa ayahnya tidak mempunyai sedikitpun waktu luang untuknya ibundanya pun menjawab kalau ayahnya sangatlah sibuk dengan pekerjaannya karena ayahnya adalah orang penting dalam tempat kerjanya. Keesokan harinya ibunda Jani memberitahukan kepada ayah Jani tentang apa yang Jani katakan kepada ibundanya tapi ketika itu ayah Jani sedang ada rapat dadakan yang membuatnya berangkat ketika subuh sehingga ayah Jani tidak sempat mendengarkan apa yang ingin di sampaikan oleh ibunda Jani.

Suatu saat ketika Jani dalam perjalan pulang ke rumah, Jani melihat anak - anak yang lainnya yang sedang bermain dengan ayahnya. Jani pun merasa iri dan sedih ketika melihatnya. Dengan hati sedih Jani melanjutkan perjalanannya ke rumah. Sesampainya di rumah, Jani pun langsung menanyakan ke ibundanya apakah ayahnya sudah pulang dan ibundanya menjawab belum dan Jani pun langsung masuk ke kamar dengan wajah yang murung. Ketika di kamar, Jani berfikir bagaimana caranya agar Jani dapat bermain dengan ayahnya. Di ambilah duit dari celengan miliknya yang berjumlah hanya 15 ribu saja. Malam pun tiba tapi Jani belum tidur, dia menunggu kepulangan ayahnya. Dan ketika ayahnya pulang, Jani pun menanyakan berapa gaji ayahnya dalam sehari, ayahnya pun memberitahukan bahwa gajinya sebesar 400 ribu dalam sehari. Jani pun menanyakan lagi berapa gajinya dalam sejam, ayahnya pun menjawab bahwa gajinya sebesar 40 ribu. Merasa duitnya kurang, Jani meminta uang sebesar 5 ribu rupiah tapi ayahnya yang baru pulang dan capek dan juga merasa besok saja memberikannya tapi Jani tetaplah ngotot ingin duitnya sekarang juga, ayah Jani pun marah dan membentak Jani yang membuat Jani langsung menangis dan menuju ke kamarnya. Ayah Jani yang merasa bersalah menyusul Jani ke kamar dan meminta maaf. Jani menceritakan bahwa uang itu bukanlah untuk jajan tapi untuk membeli waktu ayahnya setengah jam saja senilai 20 ribu. Ayahnya pun merasa bersalah karena tidak pernah mempunyai waktu dengan Jani. Ayahnya pun sadar dan hari - hari berikutnya mereka dapat bermain bersama tanpa dihalangi oleh pekerjaan.

Jumat, 04 November 2011

Masalah Sosial Akibat Penyimpangan Aktualisasi Diri

Aktualisasi diri adalah kebutuhan naluriah pada manusia untuk melakukan yang terbaik dari yang dia bisa. Oleh karena itu, tidak mungkin selalu hal yang positif timbul di dalamnya tapi terkadang terjadi masalah sosial yang ditimbulkan akibat aktualisasi diri yang menyimpang dari jalannya yang memberikan dampak yang negatif atau tidak baik bagi dirinya maupun orang lain. Dampak negatif yang ditimbulkan akibat aktualisasi diri diantaranya menjadikan seseorang lebih cenderung memikirkan dirinya sendiri atau yang lebih kita kenal dengan egois. Yang kedua membuat seseorang menghalalkan segala cara untuk mencapai apa yang dia inginkan. Yang ketiga membuat sesorang cenderung menutup dirinya dari orang lain dan lingkungan sekitarnya yang membuat orang itu sering menyendiri.

Mari kita kupas sedikit tentang apa saja dampak negatif yang ditimbulkan akibat aktualiasasi diri. Yang pertama adalah menjadikan seseorang lebih cenderung memikirkan dirinya sendiri atau yang lebih kita kenal dengan egois. Banyak sekali orang yang memiliki sifat egois ini, merasa ingin menang sendiri, merasa kalau dirinya lah yang paling benar. Contoh kasus yang pernah terjadi adalah ketika orang Jakarta banyak yang membangun vila di bogor. Padahal bogor adalah daerah dataran tinggi yang memerlukan daerah resapan air yang luas kalau tidak cukupnya daerah resapan air, air yang harusnya masuk ke tanah malah turun ke Jakarta yang menyebabkan Jakarta pun berlimapah air yang menyebabkan banjir. Pengusaha – pengusaha itu tidak sedikit pun mempedulikan atas ke jadian itu yang dipikirkannya hanyalah bagaimana mendapatkan uang yang sebanyak – banyaknya dengan mengorbankan banyak orang. Tentu saja itu suatu tindakan keegoisan dan sangat tidak mempedulikan orang lain.

Akibat yang ditimbulkan oleh aktualisasi diri yang kedua adalah membuat seseorang menghalalkan segala cara untuk mencapai apa yang dia inginkan. Hal ini diakibatkan karena tingginya keinginan seseorang untuk mencapai tujuan itu. Contohnya dalam kehidupan sekarang adalah banyaknya penyuapan – penyuapan yang dilakukan untuk dapat duduk di kursi – kursi tinggi DPR. Banyak yang menyuap rakyat untuk memilih dirinya ketika pemilu. Sungguh sikap yang sangat tidak terpuji dan tidak etis dilakukan di negri yang menjunjung nilai kejujuran ini.

Akibat yang ditimbulkan oleh aktualisasi diri yang terakhir adalah membuat sesorang cenderung menutup dirinya dari orang lain dan lingkungan sekitarnya yang membuat orang itu sering menyendiri. Hal ini diakibatkan karena seseorang mungkin mempunyai masalah di lingkungan sekitarnya yang membuat dia beranggapan bahwa dunia luar bukanlah tempat yang aman justru rumahlah tempat yang teraman menurutnya. Apalagi di rumahnya telah terpenuhi segala sesuatunya, bisa jadi dia tidak akan keluar rumah dan jika keluar rumah hanyalah seperlunya saja. Bisa jadi dia tidak pernah berinteraksi dengan tetangga – tetangganya dan lebih parahnya lagi sampai tidak mengetahui siapa saja tetangganya. Sungguh ironis memang tapi percaya atau tidak banyak kejadian seperti ini di dunia ini.

Tapi semua itu bisa kita hindari jika saja aktualisasi diri kita berjalan dengan sebagaimana mestinya. Semua itu kita kembalikan kepada setiap individunya bagaimana dalam bersikap dan menyikapi sesuatu yang terjadi karena orang yang selalu berfikir positif dapat terhindar dari masalah sosial akibat penyimpangan aktualisasi diri. Tapi dalam hakikatnya tidak ada manusia yang sempurna, jadi tidak ada manusia yang tidak memiliki masalah termasuk masalah sosial itu sendiri.

Kamis, 03 November 2011

Peranan Keluarga

Peranan keluarga sangatlah penting bagi kehidupan seseorang. Tanpa keluarga belum tentu bisa mencapai keberhasilan atau kesuksesan dalam kehidupan. Keluarga dapat menentukan sesorang kemana arah orang tersebut, ke jalan baik kah atau jalan buruk kah tapi semua itu tergantung pribadinya masing – masing kalau orangnya susah banget di bilangin, udah di nasehatin berapa kali tapi tetap saja tidak berubah. Banyak keluarga yang sampai tidak peduli lagi dengan anaknya mau ngapain aja lantaran sang anak sangat bandel dan tidak bisa dikasih tahu sedikitpun. Yang ada di benak sang anak hanyalah kepuasan diri tanpa mempedulikan keluarga yang sudah sangat melarangnya. Keluarga hanyalah sebagai pendukung ketika sesorang melakukan suatu tindakan yang sesuai yang diharapkan keluarga atau bahkan sebagai penghalang ketika tindakan itu tidak sesuai yang diharapkan oleh keluarga.

Dalam artikel ini saya akan sedikit menceritakan tentang peranan keluarga dalam kehidupan saya dari lahir hingga sekarang. Tidak mungkin saya bisa sampai keluarga tanpa peranan keluarga. Tidak mungkin saya bisa hidup enak tanpa peranan keluarga. Dalam kehidupan saya peranan keluarga sangatlah besar yang dapat mempengaruhi saya ke arah yang lebih baik lagi, lagi, dan lagi. Peranan keluarga juga dapat mempengaruhi karakteristik seseorang, contohnya saja ketika anak berada di lingkungan keluarga yang kasar yang suka main tangan, bisa jadi sang anak menjadi orang yang nakal ketika besar nanti atau bahkan sampai meniru perbuatan itu ke anak – anaknya ataupun ke orang lain. Ya untung saja saya tidak dilahirkan di keluarga yang seperti itu. Keluarga saya sangatlah baik kepada saya, saya merasa nyaman berada di tengah – tengah mereka.

Ketika saya duduk di bangku SMA, saya mempunyai banyak teman yang sebagian adalah perokok. Saya pun ikut – ikutan merokok sampai akhirnya kecanduan. Karena takut di marahin oleh kedua orang tua saya, saya pun merokoknya diam – diam tanpa ketahuan. Sepandai – pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga, itu lah peribahasa yang cocok untuk saya. Sekian lama saya menyembuyikan hal itu akhirnya kejadian. Kedua orang tua saya pun marah besar karena didapati anaknya merokok tapi tidak sampai memarahi apalagi memukul. Kedua orang tua saya hanya menasihati kalau merokok itu tidak baik dan sangat merusak kesehatan. Awalnya saya mengabaikan nasihat itu, alhasil badan saya merasa tidak enak terutama bagian paru – paru. Ketika saya bermain futsal sakit itu sangatlah terasa apalagi saya sangat hobi bermain futsal. Apalagi keluarga saya sangat anti yang namanya rokok, setiap saya merokok pasti saya di nasihati. Merasa tersendir atau tidak enak karena di nasehati melulu, akhirnya sayapun berhenti merokok karena itu juga untuk kebaikan saya. Saya pun menyadari bahwa keluarga sangatlah ingin kalau anaknya menjadi anak yang baik bukanlah anak yang bandel. Nasihat itu pun saya rasakan manfaatnya, dada saya sudah tidak sakit lagi dan bermain futsal pun tidak mudah capek dibanding teman – teman saya yang merokok.

Keluarga saya sudah sangat memenuhi peranannya sebagaimana semestinya. Banyak sekali peranan yang telah dilakukan, seperti menyekolahkan saya sampai ke jenjang universitas, membimbing saya ke arah yang baik, memberikan rasa aman dan nyaman ketika berada di tengah - tengah mereka. Saya sangat bersyukur mempunyai keluarga yang sangat peduli sama saya. I LOVE MY FAMILY..!!!!

Pengalaman Aktualisasi Diri

Aktualisasi diri adalah kebutuhan rohaniah pada manusia untuk melakukan yang terbaik dari yang dia bisa. Aktualisasi dapat menjadikan seseorang menjadi lebih baik dari sebelumnya dengan mengambangkan potensi yang ada dalam diri seseorang. Dalam artikel ini saya akan sedikit menceritakan pengalaman saya tentang aktualisasi diri.

Sejak lahir hingga sekarang banyak sekali aktualisasi diri yang pernah saya lakukan untuk membuat diri saya menjadi lebih baik lagi, lagi, dan lagi. Pengalaman pertama saya yang pernah saya alami adalah ketika saya masih duduk di bangku kelas 4 SD. Ketika itu saya pernah menjadi peserta dalam lomba “KUIS SIAPA BERANI ?”. Awalnya saya tidak menyangka kalau akan ditunjuk sebagai salah satu peserta kuis itu untuk mewakili dari SD saya, maklum saya bukanlah orang yang pintar apalagi  jenius. Saya hanyalah seperti kebanyakan orang yang memiliki kecerdasan yang relatif. Terkadang saya lebih pintar dari anak – anak yang lain tapi terkadang menjadi terbodoh di antara lain. Hal itu karena pada hakikatnya manusia tidak ada yang sempurna di muka bumi ini karena sesungguhnya hanya Allah swt. lah yang paling sempurna. Layaknya roda kehidupan yang dimana terkadang kita di bawah dan terkadang kita di atas. Balik ke lomba “KUIS SIAPA BERANI”, setelah pulang sekolah saya melakukan bimbingan dan pembelajaran untuk materi yang di ujikan di lomba itu yaitu pengetahuan umum dan tentunya ada matematikanya yang saya ikuti dengan sepenuh hati dan semangat. Setelah beberapa lama saya mengikuti bimbingan tersebut tersiar kabar yang tidak enak, kalau lomba tersebut dibatalkan karena alasan yang kurang jelas. Jelas saya kecewa ketika mendengar kabar berita tersebut tapi saya bisa melapangkan dada ini. Karena acaranya dibatalkan, acara pun berubah karena terlanjur telah menyewa bis yang tidak murah harganya menjadi jalan – jalan ke pantai ancol. Semua kejadian yang tidak sesuai yang kita inginkan dan kita bisa menerimanya dengan lapang dada pasti ada hikmahnya, buktinya acara lomba tidak jadi dan digantikan dengan acara jalan – jalan ke ancol yang tidak di pungut biaya alias gratis. Itulah hikmah apabila kita dapat menerima sesuatu dengan lapang dada.

Pengalaman saya yang lain adalah ketika saya duduk di kelas 3 SMP, ketika itu saya ditunjuk sebagai pemain futsal untuk perwakilan sekolah di ajang turnament di cibubur. Permainan saya tidaklah bagus – bagus banget tapi biasa saja, tapi satu hal yang saya tanamkan ketika saya bermain futsal adalah janganlah egois, bermainlah untuk tim dan jangan bermain seakan kamu ingin tunjukan kepada semua orang kalau dirimu yang terhebat. Mungkin karena itulah saya di pilih, padahal banyak teman – teman saya yang lebih hebat dari saya yang tidak terpilih, pelatih punya penilaian tersendiri tentunya. Setelah beberapa kali latihan, waktu yang di tunggu – tunggu talah tiba. Walaupun tidak memenangkan turnament itu tapi saya tetap bangga akan potensi diri yang saya miliki. Saya tetap berfikir positif kalau masih banyak yang lebih hebat dari saya tapi ada yang tidak bisa bermain futsal dan saya mensyukuri itu.

Banyak hal yang dapat mengoptimalkan dalam mengoptimalisasi diri kita. Berikut adalah hal yang dapat mengoptimalkan dalam mengoptimalisasi diri kita :

  1. Manfaatkan kesempatan yang ada
Kesempatan tidaklah terjadi kedua kali. Itulah kata yang sering kita dengar dan sangat bermakna. Setiap kesempatan yang kita ambil dapat menjadikan diri kita menjadi yang baik lagi, lagi, dan lagi. Dengan memanfaatkan kesempatan yang ada kita menjadi lebih percaya diri, membuat pengalaman kita bertambah, bahkan kita bisa sukses bila memanfaat kesempatan itu. Justru sebaliknya apabila kita menolak kesempatan itu, potensi dalam diri kita tidak akan berkembang. Banyak alasan – alasan yang biasa keluar ketika kesempatan itu datang, tidak percaya diri lah, minder lah, tidak bisa lah. Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita ingin mencoba dan berusaha.

  1.  Cari Kesempatan
Carilah kesempatan yang berhubungan dengan potensi yang ada dalam diri kita. Bergabunglah dengan teman – teman atau komunitas yang dapat meningkatkan potensi dalam diri. Dengan begitu kita akan mendapat kesempatan untuk meningkatkan potensi yang ada dalam diri kita. Apabila kita dapat memanfaatkan kesempatan itu dengan baik, maka potensi dalam diri kita akan meningkat dengan sendirinya.

  1. Nikmatilah proses
Tidak ada yang instan di dunia ini, semua telah melalui proses masing - masing. Semua ada prosesnya, ada yang melalui proses yang mudah hingga proses yang rumit. Membuat mie instan aja butuh yang namanya proses, dari memasak air, hingga siap disajikan. Dengan proses kita akan menjadi lebih hebat atau lebih baik lagi dari sebelumnya. Dengan banyak berlatih kita dan bersabar dalam menjalani latihan itu, kita akan sukses dan akan tercapai apa yang kita inginkan karena itulah kunci dari sebuah kesuksesan.

Ayoo.. segeralah kembangkan potensi yang kita miliki, agar kelak kita berguna/ bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga lingkungan kita. Perbanyaklah memberi dan aktualisasikan segala kemampuan potensi yang kita miliki. Semangat !