Senin, 31 Maret 2014

Game Flappy Bird



Game Flappy Bird sudah dirilis sejak Mei 2013 untuk perangkat berbasis iOS dan Android. Game ini mendadak populer dan ramai dibicarakan di media sosial pada awal 2014, bahkan media massa sekelas Time dan Forbes pun turut mengulas permainan ini.

Flappy Bird dibuat oleh Nguyen Ha Dong, berusia 29 tahun, asal Hanoi, Vietnam. Ia meluncurkan game Flappy Bird pada Mei 2013 di bawah bendera dotGears Studio, meskipun itu bukanlah nama sebuah perusahaan, dan hanya Dong sendirilah yang berada di Gears Studio.

Seseorang menanyakan kepadanya tentang popularitas Flappy Bird yang mendadak naik daun. Apakah ini benar-benar alami?

Dong sendiri tidak tahu mengapa game buatannya bisa begitu populer. "Sulit untuk percaya. Saya tidak memiliki sumber daya untuk melakukan hal lain selain mengunggah permainan ini (ke Apple App Store dan Google Play Store)," kata Dong.

Dia juga mengatakan bahwa akun yang mengatasnamakan Flappy Bird di media sosial Twitter, Facebook, dan Instagram, bukan dimiliki oleh dirinya sendiri.

"Popularitas bisa menjadi keberuntungan saya," ucap Dong dalam wawancara dengan Chocolate Lab Apps.

Chocolate Labs Apps berpendapat, salah satu alasan naik daunnya Flappy Bird adalah ulasan yang ditulis para pengguna di toko aplikasi Android dan iOS, serta ramainya perbincangan di Twitter yang menggunakan tanda pagar #FlappyBird.

Pengguna berlomba-lomba membuat ulasan tentang Flappy Bird dengan nuansa konyol dan deskripsi bagaimana frustrasinya mereka memainkan game tersebut.

Bahkan, bermunculan pula gambar olahan bernuansa lucu (meme) yang menggambarkan tentang bagaimana mereka kecanduan game yang membuat emosi ini.

Menurut Dong, sebagian besar pengguna game Flappy Bird adalah anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah. Ia mengucapkan terima kasih kepada mereka yang berbagi pengalaman memainkan Flappy Bird.

Dalam game ini, pengguna dapat membagikan skor mereka lewat pesan singkat (SMS), pesan elektronik (e-mail), serta media sosial Facebook dan Twitter. Bagi pemain, mendapatkan skor yang tinggi bisa jadi merupakan kebanggan tersendiri karena Flappy Bird merupakan salah satu game tersulit.

Sukses

Popularitas Flappy Bird terus menanjak pada Januari 2014. Tepatnya 10 Januari 2014,game ini mencapai terobosan baru, berhasil masuk daftar top 10 di App Store kawasan AS. 

Bisa masuk dalam daftar top 10 aplikasi di App Store AS adalah hal yang sulit bagi para pengembang. Nguyen menjawab pertanyaan yang kerap dilontarkan kepada dirinya tentang apa yang telah dilakukannya untuk meningkatkan popularitas Flappy Bird, dan dia menjawab, "Tidak melakukan promosi."

Sejak 13 Januari 2014, tingkat pengunduhan Flappy Bird tumbuh 136 persen dari hari ke hari. Menurut perusahaan analisis aplikasi Distimo, Flappy Bird menjadi aplikasi gratis nomor 1 di App Store kawasan AS pada 17 Januari 2014.

Hadir di Android

Setelah sukses di platform iOS, Nguyen mengumumkan bahwa Flappy Bird tersedia di platform Android pada 22 Januari 2014. Hanya dalam waktu sepekan, Flappy Bird menjadi aplikasi paling banyak diunduh di Google Play Store.

Sejak saat itu, Flappy Bird ramai dibicarakan di media sosial dan media massa. Media besar sekelas Forbes dan Time membuat artikel yang mengulas game ini. Di Twitter, ada sekitar 500.000 pembicaraan tentang Flappy Bird pada 25 Januari 2014, menurut data Topsy.

Pada 1 Februari 2014, Flappy Bird menjadi game gratis nomor satu di App Store di 53 negara. Akun Twitter resmi App Store sampai melontarkan kicauan tentang Flappy Bird.

Kematian

Beberapa jam setelah Nguyen merilis pembaruan Flappy Bird, tampaknya ia mulai membenci game tersebut. Kebencian Nguyen pada Flappy Bird terlihat pada 8 Februari 2014. "Saya bisa mengatakan, Flappy Bird adalah keberhasilan saya. Tetapi, ia juga meruntuhkan kehidupan sederhana saya. Jadi, sekarang saya membencinya," tulis Nguyen di akun Twitter-nya.


Sekitar pukul 02.00 pagi waktu Hanoi, tanggal 9 Februari, Nguyen membuat pengumuman yang sangat mencengangkan. Ia akan mencabut Flappy Bird dari toko aplikasi App Store dan Play Store dalam waktu 22 jam ke depan.


Para pengguna, pengembang, dan pengamat menilai pernyataan Nguyen hanya akal-akalan agar mendapat publisitas yang lebih heboh. Namun, ternyata tidak, Nguyen benar-benar mencabut Flappy Bird dari peredaran.

Tanggal 10 Februari 2014, pada pagi hari, Flappy Bird sudah tidak bisa dicari ataupun diunduh dari App Store dan Play Store. Akun Twitter Nguyen kembali diserang beragam pertanyaan. Dia tetap diam, enggan menanggapi pertanyaan.



Profil Dong Nguyen si pembuat Flappy Bird



1. Developer Indie

Dong Nguyen adalah seorang developer game indie dengan perusahaannya yang dinamakan Gears Studio. Ia mengaku membuat Flappy Bird sendirian saja tanpa bantuan siapapun.

"Aku membuat game ini sendirian jadi tidak ada tim apapun dan memang gameku ini sangat simpel sehingga tidak diperlukan banyak orang untuk membuatnya," kata dia dalam wawancara dengan thechocolatelabapps.

"Burung di Flappy Bird itu sesungguhnya sudah kubuat di tahun 2012 untuk dipakai di sebuah game namun batal," katanya lagi.

Nguyen menyatakan membuat game semacam Flappy Bird hanya butuh waktu dua sampai tiga hari saja. "Programming butuh waktu sekitar dua sampai tiga hari untuk membuat gamenya bagus," tutur dia.

2. 'Alergi' Media
Dong Nguyen memang boleh dibilang sosok yang aneh. Jika developer game yang lain hampir dapat dipastikan senang bukan kepalang jika gamenya sukses, dia malah sebaliknya. Malah dia meminta media untuk menjauhi dirinya.

"Para awak media terlalu berlebihan merespons kesuksesan gameku. Aku tidak pernah menginginkan hal ini, jadi tolong beri aku ketenangan," kata Dong di Twitter.

Dong hanya melakukan sedikit wawancara sehingga profil dirinya tidak banyak terkuak. Soal kehidupan pribadinya pun nyaris nihil, dia hanya mau membicarakan Flappy Bird. Bahkan foto dirinya pun sampai saat ini sangat sulit ditemukan. Sepertinya baru satu saja fotonya beredar.

Para media pun banyak yang memilih mengambil postingan di Twitter Dong Nguyen untuk membuat berita. Twitter Nguyen di @dongatory saat ini sudah difollow sekitar 115 ribu pengguna Twitter.

3. Kaget Karena Kesuksesan Flappy Bird
Dong Nguyen mengaku kaget Flappy Bird bisa sedemikian fenomenal dan mengalahkan popularitas game dari para developer besar dengan modal melimpah. Padahal, ia mengaku tidak melakukan trik marketing apapun.

"Aku tidak melakukan metode promosi apapun. Semua akun Twitter, Facebook dan Instagram yang berisi tentang Flappy Bird bukankah milikku. Popularitasnya mungkin adalah karena keberuntunganku," katanya.

Mengenai alasan Flappy Bird bikin ketagihan, Nguyen mengutarakan pendapatnya. "Alasan mengapa Flappy Bird sangat populer adalah karena game ini merupakan sesuatu yang berbeda dari game mobile yang ada pada saat ini,"

"Orang-orang di ruangan yang sama bisa bermain dan berkompetisi dengan mudah karena Flappy Bird gampang dipelajari tapi butuh keterampilan untuk mencapai skor yang tinggi," jelas Dong.

4. Jadi Kaya Raya
Poularitas melesat Flappy Bird membuat Dong Nguyen untung besar. Ia mengaku menghasilkan sampai USD 50 ribu atau di kisaran Rp 600 juta dalam sehari.

Penghasilan itu didapatkan dari iklan yang selalu muncul setiap kali orang bermain Flappy Bird. Namun Dong mengaku tidak akan kemaruk. Ia tidak mau menambahkan lagi iklan di Flappy Bird.

"Flappy Bird telah berada dalam tahap di mana jika ada sesuatu yang ditambahkan dalam game malah akan merusaknya, jadi aku akan membiarkannya tetap begitu saja," katanya dalam wawancara ala kadarnya dengan media teknologi The Verge.

Nguyen juga mengaku telah mempersiapkan sekuel meski ia belum tahu kapan akan diluncurkan. "Aku akan memikirkan tentang sekuelnya meski belum tahu kapan merilisnya," tutur dia.

5. Menghabisi Flappy Bird
Keanehan Dong Nguyen sepertinya makin menjadi-jadi. Flappy Bird yang saat ini masih sangat populer sudah dimatikan olehnya dan tidak bisa diunduh lagi di toko aplikasi Google Play maupun App Store.

"Maaf penggemar Flappy Bird, 22 jam dari sekarang, saya akan menurunkan Flappy Bird. Saya tak bisa mengontrolnya lagi," kata Dong. Janji itu kini sudah ditepati.

Banyak yang menyayangkan Flappy Bird dimatikan begitu cepat. Ada pula yang menilai langkah mematikan Flappy Bird sesungguhnya hanya trik marketing dari Nguyen saja. Mungkin saja ia sengaja melakukannya agar game berikutnya lebih sukses.

"Hypenya akan luar biasa. Setiap orang mungkin saja akan membeli game baru itu, membuatnya lebih kaya lagi karena orang-orang takut dia juga akan menghapusnya," kata Robert Scoble, seorang blogger terkenal.

Alasan Flappy Bird Mendunia

1. Sederhana
Kesederhanaan menjadi daya tarik Flappy Bird. Game ini hadir dengann dominasi warna hijau, biru, dan kuning. Sangat berbeda dibandingkan game yang populer pada perangkat bergerak seperti Candy Crush, Bejeweled, dan Angry Birds yang memaksimalkan grafis.

2. Mudah Dimainkan
Tujuan Flappy Bird adalah memandu seekor burung melewati rintangan berupa pipa. Satu ketukan di ponsel atau tablet berarti satu kepakan si burung. Semakin banyak rintangan, semakin tinggi poin Anda. Terbentur, si burung langsung nyungsep dan mati.

Rouri, karyawan swasta di Jakarta, yang menggandrungi Flappy Bird sejak beberapa pekan terakhir mencapai rekor 106 kali melewati rintangan. "Meski kelihatannya mudah, butuh konsentrasi tinggi untuk memainkan Flappy Bird," ujarnya.

3. Menyentuh Emosi
Kesederhanaan dan kemudahan tersebut berhasil menyentuh psikologis pengguna. "Terdapat substansi yang membuat orang merasa harus bisa memainkan Flappy Bird dengan sukses," kata Nick Statt, penulis artikel di situs teknologi CNET, Kamis, 6 Februari 2014.

Meski mengasyikkan, Flappy Bird juga bisa menimbulkan efek stres dan kecanduan. Penulis kolom di majalah Forbes, Paul Tassi, mengingatkan, jika terjadi titik bosan saat memainkan game ini, orang akan menyadari bahwa menghabiskan waktu bermain game adalah hal yang sia-sia. "Pertanyaannya adalah apakah kita sudah memasuki titik bosan?" katanya.

Flappy Bird tersedia secara gratis di App Store untuk platform iOS dan Google Play untuk platform Android. Sejak meluncur pada Maret 2013, jumlah unduhannya mencapai 10 juta di seluruh dunia. Berkat kepopuleran Flappy Bird, Nguyen mampu meraup untung US$ 50 ribu atau sekitar Rp 608 juta per hari.

Cara memainkan Flappy Bird

Karakter utama game dengan nuansa grafis 8-bit ini adalah seekor burung. Cara memainkan Flappy Bird cukup dengan mengetuk jari ke layar untuk membuat si burung terbang, dan burung itu diharuskan melewati pipa-pipa berwarna hijau. Tidak ada tantangan atau cerita lain!

Pemain akan mendapat skor 1 (satu) jika berhasil melewati satu pipa.

Di sinilah tantangan memainkan Flappy Bird. Membuat si burung melewati pipa adalah hal yang sangat sulit. Jika waktu Anda mengetuk layar tidak tepat, maka si burung terbang dan akhirnya menabrak pipa. Dan, Anda harus mengulang game ini dari awal.

Rasa penasaran semakin menjadi ketika melihat skor. Setelah bermain berkali-kali, dan gagal terus, ternyata skor terbaik yang Anda dapat hanya lima (5). Anda tidak akan tinggal diam melihatnya, ada dorongan kuat untuk mencoba lagi, tidak mungkin menolak tombol "OK" dan "Start."

Flappy Bird kerap dikaitkan meniru game berjudul “Piou Piou” yang dirilis pada 2011 karena memiliki konsep serupa dari sisi cara memainkan, karakter si burung, serta blok hijau yang menjadi rintangan.

Video Kekesalan Ketika Bermain Flappy Bird

Akun Youtube dengan nama "Bart" memukul ponselnya dengan palu sampai hancur dalam video "HOW TO BEAT FLAPPY BIRD!!!" (Bagaimana cara mengalahkan Flappy Bird) yang ia unggah. Bahkan "Bart" melakukan hal yang lebih ekstrim dengan melempar ponselnya ke toilet penuh urin dan disiram dengan tombol flush sampai hilang.



Sumber :
http://jokerbook.blogspot.com/2014/02/sejarah-game-flappy-bird.html
http://tekno.kompas.com/read/2014/02/13/1830492/Kronologi.Flappy.Bird.dari.Kelahiran.hingga.Kematian
http://yokimerkuri0604.blogspot.com/2014/02/sejarah-game-flappy-bird.html
http://www.tempo.co/read/news/2014/02/06/072551791/3-Alasan-Game-Flappy-Bird-Mendunia
http://www.antaranews.com/berita/418819/banyak-video-kesal-flappy-bird-di-youtube

Perkembangan Game


Sejarah teknologi game komputer secara langsung berhubungan dengan perkembangan komputer itu sendiri. Komputer dengan kecepatan processor tinggi, grafis yang lebih mendekati realita, dan media penyimpanan yang lebih besar sebenarnya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan dalam bermain games.Sebelum dimulai, akan kita pahami dulu apa arti dari game (game komputer). Game adalah sebuah permainan interactive yang membutuhkan komputer untuk bermain. Program komputer menerima input dari si pemain melalui pengendali dan menampilkan lingkungan buatan melalui TV atau layar monitor.

Pada tahun 1947 adalah tahun pertama di mana game didesain untuk dimainkan dengan layar CRT (cathode ray tube). Game sederhana ini dirancang oleh Thomas T. Goldsmith Jr. dan Estle Ray Mann. Aplikasi ini dipatenkan pada tanggal 14 Desember 1948. Sistem yang dibuatnya terdiri dari 8 vacum tubes dan mensimulasikan peluru ditembakkan pada target, ide ini berasal dari display radar pada Perang Dunia II. Beberapa knop disediakan untuk mengatur kurva dan kecepatan titik yang mewakili peluru. Karena pada waktu itu grafik belum bisa dibuat, target penembakan digambarkan pada sebuah lapisan yang kemudian ditempelkan pada CRT. Hal ini adalah sistem pertama yang secara spesifik didesain untuk game pada layar CRT.

Perusahaan komersial pertama konsol permainan video adalah Computer Space pada 1971, yang meletakkan dasar bagi industri hiburan baru di akhir 1970-an di Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa.  tapi ini perusahaan tidak bertahan lama ini sebagian besar disebabkan oleh banjir dari video game yang datang ke pasar mengakibatkan keruntuhan total industri game konsol di seluruh dunia, akhirnya menggeser dominasi pasar dari Amerika Utara ke Jepang. Tapi inihanya mempengaruhi pasar game konsol, pasar game komputer sebagian besar tidak terpengaruh.  Generasi selanjutnya dari konsol video game akan terus didominasi oleh perusahaan-perusahaan Jepang.  Walaupun beberapa upaya akan dilakukan oleh Amerika Utara dan perusahaan-perusahaan Eropa, generasi keempat konsol, usaha mereka pada akhirnya akan gagal. . Tidak sampai generasi keenam konsol permainan video akan non-perusahaan Jepang merilis sebuah sistem konsol sukses secara komersial. Pasar telah mengikuti jalan yang sama dengan beberapa kali gagal dilakukan oleh perusahaan-perusahaan Amerika yang semuanya gagal di luar beberapa keberhasilan terbatas dalam permainan elektronik genggam sejak dini.  Saat ini hanya perusahaan-perusahaan Jepang memiliki sukses besar konsol game handheld, walaupun dalam beberapa tahun terakhir permainan genggam telah datang ke perangkat seperti ponsel dan PDA .

Perkembangan Game

Meskipun sejarah perkembangan game berlangsung selama lima dekade, game sendiri tidak populer hingga akhir tahun 1970an. Berikut ini ringkasan sejarah game dan perkembangannya.
1958: Ahli Fisika membuat video game pertama yang menyerupai permainan tenis meja.
1961: Steve Russel, siswa MIT membuat game komputer interaktif pertama berjudul Spacewar.
1966: Ralp Baer menciptakan game interaktif menggunakan televisi.
1971: Nolan Bushnell dan Ted Dabney membuat versi arcade Spacewar, yaitu Computer Space.
1972: Bushnell dan Dabney mendirikan Atari. Game pertama Atari adalah Pong.
1975: Game komputer pertama dirilis, yaitu Gunfight.
1976: Coleco merilis konsol video game pertama yang disebut Telstar.
1977: Atari mengenalkan video game berbasis kartrid yang dikenal dengan nama Atari 2600.
1978: Atari memperkenalkan trackball dalam game Football.
1978: Midway merilis Space Invaders yang merupakan game arcade pertama yang menampilkan skor tertinggi.
1979: Atari mencoba mengembangkan konsol berhologram bernama Cosmos. Namun konsol tersebut tidak pernah dirilis.
1979 Asteroid merupakan game pertama yang dapat memasukkan 3 karakter huruf pemilik skor tertinggi untuk disimpan di dalam mesin.
1980: Activision menjadi vendor video game.
1980: 300.000 unit Pac-Man dirilis oleh Namco.
1981: Arnie Katz dan Bil Kunkel menerbitkan majalah game pertama bernama Electronic Games.
1982: Atari mengeluarkan Atari 5200 untuk bersaing dengan Coleco.
1983: Nintendo masuk ke pasar Jepang.
1985: Game Tetris dikembangkan oleh programer Rusia, Alex Pajitnov.
1986: Nintendo NES dirilis di Amerika Serikat.
1986: Sega memperkenalkan Sega Master System (SMS) untuk bersaing dengan NES.
1986: Atari memroduksi Atari 7800.
1989: Nintendo memasarkan produk handheld Game Boy.
1991: Nintendo mengeluarkan Super NES di Amerika Serikat.
1993: Atari merilis Jaguar, konsol 64 bit pertama di pasaran.
1994: Sega Saturn dan Sony Playstation memulai debutnya di Jepang.
1995: Sony memasarkan PlayStation di Amerika Serikat.
1995: Nintendo merilis Nintendo 64 di Jepang.
1996: Demam Virtual Pet Tamagotchi melanda Jepang dan Amerika Serikat.
1997: PlayStation menjadi game konsol terpopuler.
1998: Sega memperkenalkan Dreamcast di Jepang. Konsol ini bekerja pada Microsoft Windows CE.
2000: Sony PlayStation 2 dirilis di Amerika Serikat dan menjadi fenomena baru.
2000: Game The Sims dirilis dan menjadi game terpopuler.
2001: Microsoft memperkenalkan Xbox dengan built-in hardrive dan port ethernet. Nintendo memperkenalkan GameCube dan GameBoy Advance.
2004: Sony memroduksi PSP, konsol portabel beresolusi tinggi.
2004: Microsoft menciptakan Xbox 360 untuk bersaing dengan Sony.
2006: Nintendo memasarkan Wii, konsol game revolusioner.
2006: Sony mengeluarkan PlayStation 3, konsol yang canggih namun mahal.
2007: Nintendo merilis Super Mario Galaxy untuk Wii.
2008: Grand Theft Auto 4 memecahkan rekor penjualan tertinggi dalam minggu pertama setelah rilis.
2008: Wii Fit dipasarkan agar para pengguna merasakan manfaat olahraga dalam konsol.
2009: Nintendo Wii Sports menjadi best seller video game.

Generasi Game

Game Generasi Pertama


1972, pada saat itu orang belum mengenal konsol atau game komputer, yang mereka tahu adalah video game, yaitu sebuah permainan elektronik yang menampilkan gambar bergerak (video). Sebuah perusahaan bernama Magnavox meluncurkan video game pertama, yaitu Odyssey.
Magnavox Odyssey, konsol game pertama di dunia mengoperasikan Pong.
Tidak lama setelah itu sebuah game arcade legendaris Atari berjudul “Pong” muncul. Pong merupakan sebuah game sederhana yang mengambil konsep permainan tenis, satu bola dan 2 papan di kiri dan kanan, pemain sebisa mungkin harus berusaha mengembalikan bola ke daerah lawan. Atari merilis Pong dalam bentuk sebuah mesin ding dong bernama Sears.
1975, Magnavox menyerah dan menghentikan produksi Odyssey. Sebagai gantinya, mereka mengikuti jejak Atari, memproduksi mesin ding dong bernama Odyssey 100, yang khusus menyajikan game Pong.

Game Generasi Kedua


1976, Fairchild mencoba menghidupkan kembali dunia video game dengan menciptakan VES (Video Entertainment System). VES adalah mesin pertama yang disebut ”konsol”. Konsol ini menggunakan kaset magnetik yang disebut cartridge. Nah, konsep ini kemudian diikuti oleh beberapa produsen lain, termasuk Atari, Magnavox, dan RCA, ketiga perusahaan tersebut juga merilis konsol serupa.
Fairchild VES, pertama di dunia yang menggunakan media cartridge.
1977, dunia konsol menjadi tidak populer, game-game yang ada tidak berhasil menarik minat. Fairchild dan RCA mengalami kebangkrutan. Praktis, hanya ada Atari dan Magnavox yang masih bertahan di dunia video game.
1978, Magnavox meluncurkan Odyssey 2, seperti halnya Odyssey pertama, konsol ini pun gagal menjadi hit. Tak lama berselang, Atari meluncurkan konsol legendaris, Atari 2600, yang terkenal dengan game Space Invaders-nya
1980, berbagai produsen konsol muncul, dan mereka mengambil Atari 2600 sebagai konsep dasar, perkembangan dunia game pun semakin pesat.
1983, dunia video game kembali ambruk. Game-game yang kurang kreatif membuat konsol kembali mendapat sambutan dingin, apalagi, PC saat itu menjadi semakin canggih. Orang lebih memilih membeli PC ketimbang konsol video game, selain untuk bermain, PC juga produktif untuk bekerja. Game-game komputer (PC Game) semakin berkembang pesat, hingga saat ini. Pelopor PC ber-game saat itu adalah Commodore 64, konsol sekaligus personal computer yang menyediakan tampilan grafis 16-warna dan memiliki kapasitas memori jauh lebih baik dari konsol videogame model apa pun.
Atari 2600, sempat hit tahun 80-an. Memiliki “adik” bernama Atari 2600 Jr.

Game Generasi Ketiga


1983, perusahaan bernama Famicom (Jepang) menciptakan gebrakan baru, sebuah konsol bernama Famicom/Nintendo Entertainment System (NES) dirilis di akhir 1983. Konsol ini menampilkan gambar dan animasi resolusi tinggi untuk pertama kalinya. Setelah mendapat sambutan hangat di Jepang, Famicom memperluas pemasarannya ke Amerika, yang dikenal dengan NES (Nintendo Entertainment System). Nintendo memiliki chip pengaman pada cartridge game mereka, dengan demikian seluruh game yang akan dirilis haruslah seijin developer Nintendo. Dan akhirnya, muncul sebuah game legendaris, Super Mario Brothers, yang dibintangi karakter fenomenal yang tetap eksis hingga kini, Mario.
Famicom dari Nintendo, berhasil merajai pasar videogame di era generasi ketiga.

Game Generasi Keempat


1988, NES mendapat sambutan hangat di seluruh dunia, dan sebuah perusahaan bernama Sega mencoba menyaingi Nintendo. Sega merilis konsol next-generation mereka, Sega Mega Drive (yang juga dikenal dengan Sega Genesis). Konsol ini menyajikan gambar yang lebih tajam dan animasi yang lebih halus dibanding NES. Konsol ini cukup berhasil memberi tekanan, tetapi NES tetap bertahan dengan angka penjualan tinggi.
1990, Nintendo kembali menggebrak dengan konsol next-gen mereka, SNES (Super Nintendo Entertainment System). Selama 4 tahun, Nintendo dan Sega menjadi bebuyutan, meskipun ada beberapa produsen seperti SNK dengan NeoGeo-nya, NEC dengan TurboGrafx-16 dan Phillips CD-i, tapi kedua konsol mereka begitu handal dan populer.
Rivalitas yang legendaris, Super NES dan Mario Brothers sebagai ikonnya melawan SEGA Mega Drive dan Sonic the Hedgehog sebagai ikonnya.

Game Generasi Kelima


1990-1994, Sega dan Nintendo tetap bersaing. Berbagai game fenomenal dirilis. SNES menyertakan chip Super FX pada cartridge mereka, dan Sega menggunakan Sega Virtua Processor, keduanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas grafis dari game. Alhasil, SNES dan Sega saling beradu dengan game-game keren seperti Donky Kong Country (SNES) dan Vectorman (Sega).
1993, sebuah perusahaan ternama, Panasonic, merilis konsolnya yang bernama Panasonic 3DO. Ini adalah konsol pertama yang menggunakan CD sebagai pengganti cartridge. Harganya yang sangat mahal membuat konsol ini tidak populer, 3DO tidak bertahan lama dan harus segera menghentikan produksinya.
Panasonic 3DO, konsol game pertama yang menggunakan media CD.
1994, Atari kembali meluncurkan konsol baru untuk menandingi Nintendo dan Sega. Atari Jaguar jelas jauh lebih canggih ketimbang NES maupun Mega Drive, tetapi penggunaannya yang sulit menjadi batu sandungan, belum lagi, pada tahun yang sama, Sony merilis konsol super legendaris, PlayStation. Atari bangkrut dan akhirnya melakukan merger. Konsol basis CD yang pertama kali menuai sukses adalah Sony PlayStation. Konsol Jepang ini segera mendapat sambutan hangat, dan hingga saat ini, PlayStation sudah terjual ratusan juta unit. PlayStation yang juga disebut PS-One merupakan konsol terlaris sepanjang masa. Sega dan Nintendo tampaknya menyadari ketertinggalan mereka dari Sony. Sega kemudian merilis Sega Saturn, dan Nintendo mengeluarkan Nintendo 64.

Game Generasi Keenam


1998, Setelah jatuhnya Nintendo dan Sega, kini dunia konsol jadi milik Sony. PlayStation menjadi raja dan bisa dibilang tidak memiliki pesaing. Sega mencoba meluncurkan Sega Dreamcast untuk mematahkan dominasi Sony, tetapi kembali gagal, akhirnya pada tahun itu juga, Sega mengundurkan diri dari dunia produsen konsol.
2000, Sony semakin ’merajalela’ ketika mereka berhasil merilis konsol barunya, PlayStation 2, yang sudah berbasis DVD. Nintendo mencoba bertahan di dunia konsol dengan merilis GameCube. Konsol ini tidak menggunakan DVD 12 cm biasa, melainkan DVD yang berukuran lebih kecil, yaitu 8 cm. Ukuran keping medianya yang lagi-lagi nyeleneh membuat GameCube kurang populer. Satu-satunya pesaing serius PlayStation 2 adalah Xbox. Sebuah konsol keluaran Microsoft ini menggebrak dengan tampilan visual yang sangat tajam dan berkualitas yang kala itu lebih menarik dibanding dengan PlayStation 2. Sayangnya game-game Xbox ternyata tidak sepopuler PlayStation 2. Satu game Xbox yang menjadi hit dan cukup fenomenal yaitu Halo. Karena game ini udah memanfaatkan fasilitas ‘unggul’ dari Microsoft, yaitu Xbox Live.
Dari kiri ke kanan: Nintendo GameCube, Microsoft Xbox, Sony Playstation 2. Diurut berdasarkan tingkat popularitasnya.

Game Generasi Ketujuh


2005, Boleh dibilang, Xbox terlambat meluncur ke pasaran dibanding PlayStation 2, dan support game-game tenar juga sangat minim. Tetapi, Microsoft seolah belajar dari kesalahannya. Pada saat Sony masih melakukan riset untuk konsol PlayStation 3 yang menggunakan Blu-Ray, Microsoft kali ini telah mengambil seribu langkah lebih cepat. Xbox 360, konsol generasi terkini yang memanfaatkan media HD-DVD.
2006, Xbox 360 hadir dengan segudang fitur istimewa, mulai dari grafis, hingga titel-titel game terkenal. Di antaranya Best Game of The Year s2006 versi beberapa situs game terkemuka, Gears of War. Apalagi, Xbox Live semakin disempurnakan, dan mendapat sambutan luar biasa dari para gamer. Kali ini, giliran Sony yang terlambat. PlayStation 3 dirilis pada November 2006, selang seminggu sebelum Nintendo meluncurkan terobosannya, yaitu Nintendo Wii. Posisi PlayStation 3 kurang menguntungkan, selain karena Xbox 360 sudah keburu tenar duluan, Wii juga menawarkan inovasi pada stik kontrol mereka yang ’motion sensitive’. Apalagi, harga konsol terbaru Sony itu merupakan yang paling mahal dibanding dua pesaingnya. Alhasil, penjualan PlayStation 3 menjadi yang terendah di bawah Xbox 360 dan Wii.
Xbox 360, Wii, Playstation 3, menjadi pesaing tetap dari generasi sebelumnya.

Game Generasi Handleheld

Merebaknya popularitas game membuat berbagai perusahaan elektronik berusaha membuat terobosan baru. Di antaranya adalah membuat sebuah mesin game berukuran kecil, yang bisa dibawa ke mana pun. Belakangan, konsol pun dibuat mini, serupa dengan handheld, tentu saja, ini merupakan sebagian terobosan besar yang tidak boleh dilupakan dalam sejarah game.
1976-1979, sejarah video game saku ini bermula, beberapa piranti dari Mattel dirilis ke pasaran, tetapi tidak begitu populer. Demikian pula dengan handheld buatan Milton Bradley yang dilempar ke pasaran.
1980-1984, Perusahaan-perusahaan Jepang mulai merambah pasar handheld, tetapi tetap sama saja hasilnya. Hal ini terus berlanjut hingga 1984. Pada waktu itu, sebuah nama yang tentu tidak asing sampe sekarang, Game Boy, muncul. Handheld buatan Nintendo ini begitu diminati dan dinobatkan sebagai handheld pertama di dunia yang angka penjualannya boleh dikatakan sukses.
1989, Atari mengakhiri era handheld hitam putih. Produk andalannya, Atari Lynx, membawa dimensi baru. Ini handheld pertama yang mampu menampilkan warna, sekaligus animasi 3D yang sederhana.
1990, dunia handheld semakin menggila, NEC, perusahaan elektronik terkemuka di Jepang membuat handheld yang mampu merender animasi 3D lebih kompleks, karena menerapkan konsep grafis 3D untuk PC (personal computer).
Handheld beda generasi: 1. Sony PSP, 2. GamePark XGP, 3. GamePark GP32, 4. Atari Lynx, dan 5. NEC TurboExpress.
1994, Semenjak tahun tersebut, produsen game semakin gencar melakukan riset untuk handheld. Sega merilis Game Gear dan setahun berselang, Nintendo memperbarui produknya dengan Super Game Boy. Bahkan, Sega memproduksi handheld tanpa layar, Mega Jet, untuk diimplementasikan di pesawat terbang guna menghibur penumpangnya. Nintendo Virtual Boy menyusul, lengkap dengan kacamata 3D-nya, yang sekarang banyak ditiru untuk pelengkap berbagai paket produk grafis 3D.
 1995, ada ide untuk mengecilkan ukuran konsol, dimulai dari Sega Nomad. Konsol ini membutuhkan cartridges Sega Mega Drive, tetapi ukurannya kecil, maka dari itu tergolong handheld.
1996, muncul Neo Geo Pocket, disusul oleh beberapa variasi Game Boy Pocket dan Game Boy Color, yang terus berinovasi tiap tahunnya.
1998-2000, Sony merilis PocketStation dan memberikan kejutan besar di dunia konsol. Handheld ini memiliki kualitas visual yang jauh lebih baik dibanding handheld lain yang ada di pasaran. Salah satu pentolan Nintendo, Gumpei Yokoi, memutuskan untuk keluar dan bergabung dengan Bandai, kemudian merilis WonderSwan dan WonderSwan Color.
Nokia NGage QD, usaha pabrikan ponsel Nokia merambah industri game.
2001, Game Park GP32 muncul. Handheld buatan Korea ini sangat unik, selain fitur multimedia, pemiliknya bisa mendesain aplikasi dan game sendiri untuk GP32. Nintendo juga merilis Game Boy Advance pada tahun yansg sama. Bahkan, Nokia produsen ponsel yang tidak asing bagi Anda, merilis handheld Nokia N-Gage. Ini merupakan ponsel sekaligus piranti game yang lengkap dengan fitur-fitur multimedia dan interkonektivitas, seperti Bluetooth. Dan juga pada tahun ini, dirilis Game Boy Advance SP dengan model yang cantik, solid, dan padat.
2004-2006, Sony merilis handheld pertama yang menggunakan cakram bernama PSP dan dibarengi dengan hadirnya Nintendo DS, yang menggunakan konsep dual screen (layar ganda). Disusul oleh Game Boy Micro dan Game Park XGP. Nintendo DS Lite dan Pelican VG Pocket Caplet menjadi handheld terbaru yang dilempar ke pasaran.

Sumber :